Aurel Amalia
Aurel Amalia › Kamera

on Friday, 12 July 2013

Tips mengambil gambar malam hari dengan kamera DSLR

Kamera digital SLR dapat menangkap gambar karena dilengkapi dengan sensor elektronik yang peka cahaya, dan ini yang menggantikan penggunaan film pada fotografi. Fotografi malam bisa menjadi sebuah tantangan,  bahkan untuk fotografer berpengalaman sekalipun. Namun, kamera DSLR telah dilengkapi dengan pengaturan khusus yang akan dapat membuat fotografi malam menjadi sebaik mungkin. Gunakan nilai ISO tinggi, pengaturan lampu kilat yang tepat dan shutter speed yang lebih lambat,  jika Anda ingin mengambil foto pada malam hari yang baik.

Berikut beberapa tips dan pengaturan untuk memotret dimalam hari menggunakan kamera SLR



Nilai ISO yang tinggi


Jika mengambil gambar pada malam hari tanpa tripod, aturlah nilai ISO kamera untuk menjadi lebih sensitif terhadap cahaya yang ada. Pengaturan ISO hingga 1.600, misalnya, tersedia untuk sebagian besar kamera DSLR, dan ini dapat menghasilkan gambar malam yang lebih baik. Namun, nilai ISO yang tinggi akan menghasilkan "noise" atau gambar yang kasar. Idealnya  adalah menggunakan tripod, menghindari noise dengan cara menjaga nilai-nilai ISO yang rendah, seperti misalnya 100, dan menggunakan shutter speed yang lebih lambat.

Shutter Speed ​​Lambat


Shutter speed adalah berkaitan dengan waktu sensor elektronik terkena cahaya selama proses pengambilan gambar. Semakin lambat shutter speed, maka akan semakin lambat sensor untuk mendapatkan cahaya. Meskipun tidak ada shutter speed standar yang sesuai dengan setiap kondisi, nilai10 detik sampai 30 detik menawarkan pilihan yang lebih baik untuk mengambil gambar pada malam hari, tapi hanya dapat digunakan untuk menembak scene, dan masih dengan tripod, menurut panduan SLR Fotografi.

Pengaturan Right Flash Light


Kamera DSLR dilengkapi dengan built-in flash, yang akan menjadi efisien saat digunakan untuk memotret di malam hari. Flash Built-in  menawarkan intensitas dan kecepatan yang berbeda, yang dapat diatur secara manual. Pertimbangkan selalu jumlah cahaya alami dan jarak dari subjek yang akan difoto. Untuk subyek yang bergerak, gunakan flash shutter speed 1/60 dari satu detik atau yang lebih cepat. Idealnya, gunakan lampu kilat eksternal, yang memungkinkan Anda untuk bisa mengatur kecepatan hingga yang lebih cepat, seperti yang dikatakan oleh  Simon Stafford pada Panduan Nikon D80 Magic. Namun, jika memilih opsi TTL otomatis,  flash cenderung akan menjadikan gambar overexpose atau underexpose, karena kamera akan menyesuaikan intensitas flash sementara Anda fokus.