Pratama
Pratama › Informasi, Internet

on Monday, 10 August 2015

Ungkapan Hati

Orang sayang belum tentu bertahan, tapi orang yang bertahan udah pasti sayang.

Mendingan kejebak hujan deh, daripada harus kejebak kenangan.

Harapan itu ada yang indah banget, ada juga yang nyakitin banget.

Dear Someone; maaf kalo kehadiran aku itu ganggu hidup kamu.

Kangen kamu yang dulu, kangen banget sama kebersamaan kita.

Se-enggaknya, aku udah berusaha peduli sama kamu walau semuanya sia-sia.

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. ya, satu paket yang gak bisa dipisahin.

Capek juga kalo harus terus-terusan dikecewain.

Jangan ada luka diantara kita.

Kamu cinta mati sama dia, tapi dia gak peduli kalo kamu mati.

Belajar mengikhlaskan walau sulit, agar tidak terluka mendalam.

Udah gak usah mikirin dia, cuma bikin sakit doang, kan ?

Luka itu akan sembuh dengan sendirinya, dengan atau pun tanpa adanya kamu bahkan orang yang baru.

Sakit? bukan... Tapi ini adalah aku yang belom bisa merelakan kepergian kamu.

Sadar dan gak sadarnya aku itu beda tipis, aku sadar selalu disakiti dan aku gak sadar bahwa aku masih bisa sayang sama kamu.

Pengen sih ada yang nemenin, tapi takut disakitin lagi

Sepenting itukah hati? kalo penting, kenapa kamu sakitin terus, bukannya kamu rawat dan kamu jaga.

Hati? apa itu? aku sudah tak memilikinya lagi ketika kamu pergi dari hidupku.

Kamu masih bertahan diantara luka, gak capek emang? Gws deh~

merelakan itu hal mudah, melupakan dan mengikhlaskan adalah hal lain, dan itu sulit.

Pengen deh menghilang dan pergi sejauh mungkin. Pengen ngelupain semuanya.

selamat pagi, rindu yang tak pernah bertepi,

Hingga saat ini, luka yang kau beri masih ku rasa sakitnya.

Lepaskanlah ia, jika hanya luka yang kau rasakan.

Yang ku inginkan hanya kamu, tapi luka yang ku dapatkan.

Cinta yang sejati adalah tanpa saling melukai.

Mencintai sewajarnya, agar tak terlalu sakit ketika terluka.

Setelah kau melukai ku, hanya "maaf" yang kau ucapkan.

Yang pergi cinta, yang tertinggal luka.

Dengan luka ini aku mengerti bahwa; Cinta tak selalu bahagia.

Luka hati ku bertambah parah semenjak tiada lagi dirimu.

Kamu hanya tau tentang membuat luka, sedangkan aku berusaha menutup luka. ketika sudah tertutup, lalu ingin kau lukai lagi

Kita terlalu egois, menuntut selalu ingin bersama setiap saat.

Aku ingin berbagi cerita dengan mu, dikala malam yang sunyi ini. Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi.

Apa yang kamu rasa tak seberapa, dibanding rasa luka yang ku rasa saat ini.

Kamu gak pernah peduli sama luka yang aku rasain.

Apa yg lebih sakit dari luka yg udah kamu buat? adalah kamu sendiri yg berusaha menyembuhkannya, namun kamu lukai lagi pda akhirnya

Aku terluka, aku kecewa, dan aku hanya bisa diam. Aku berfikir, mungkin waktulah yang bisa mengobatinya.

Gak selamanya cinta itu soal bahagia, ada luka didalamnya.

Jika kamu tulus mencintanya, jangan pernah hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, dan hatinya dengan luka.

Jangan pernah manfaatkan cinta, tak peduli betapa dia mencintaimu, suatu saat dia pasti akan lelah karena terus terluka.

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

Jangan takut mencinta, hanya karena pernah terluka.

Otak ini kadang lelah memikirkan mu, dan ingin segera melupakan. Tapi, hati ini selalu ada namamu.

Gpp aku yang terluka, yang penting kamu bahagia sama dia.

Setelah terluka, sebagian besar seseorang sulit untuk membuka hatinya lagi.

Aku gak mau bahagia jika harus melukai orang lain.

Dengan atau tanpa ku, kamu pasti akan merasakan bahagia.

Aku merasakan yang sama, melihat mu bahagia dengannya.

Aku yang salah telah membuat harap, namun aku juga yang menghancurkan harapmu padaku. aku jahat, aku pengecut

Ada cerita, ada bahagia, tapi saat kau tak ada, semua hanya menjadi luka

Aku tak bisa berhenti memikirkan tentang mu.

Penyesalan itu terlambat, dan semua hanya aku yang merasakan luka.

Aku hanya ingin kan bahagia bersama mu, namu yang kau beri hanya luka.

Engkau pergi meninggalkan kenangan beserta luka.

setelah kamu pergi, tak ada lagi canda tawa, tak ada lagi bahagia nyata, yg tersisa kini hanyalah luka.

Diluar sana memang banyak yang jauh lebih baik darimu. Tetapi hati ini yang inginkan kamu. Dan Tuhan memberikan kamu yang terbaik untukku.

Biarkan aku menangis, untuk segenap meredakan luka yang ada.

Bisa kan, kita saling mencintai tanpa adanya luka?

Karna luka, harus lebih hati-hati dan tau mana yang harus dicintai.

Aku bukannya lemah, hanya saja aku tak bisa lagi menampung semua luka ini,

Untuk bahagia, pasti ada yang merasakan luka terlebih dahulu.

Aku terlalu lama terperangkap luka masa lalu.

Memang, berbuat baik itu tak semudah yang dikira. Selalu ada rintangan.

Selalu berusaha menjaga hubungan baik, tapi juga selalu diabaikan.

Terkadang, bahagia itu cuma diawalnya aja, akhirnya bisa luka, bisa juga penyesalan. Semoga kita gak ngalamin ya.

Cukup aku yang merasakan, dan hanya Tuhan yang mengetahui.

Akupun tak mengerti, kenapa sampai sekarang masih bertahan disini, sendiri.

Ada yang diam-diam terluka, disini.

Yang dulu tulus mencintai, akhirnya melukai juga.

Bekas luka dahulu, masih ada.

Katanya sayang, tapi kenapa ngelukain.

Nanti kalo kamu berantem lagi langsung hubungi aku aja.

sering-sering aja kamu berantem sama dia, biar kita bisa curhat lagi.

Luka-luka yang belum sempat terobati, biarkan ia hilang sendiri.

Ada saatnya berhenti bertahan, ketika kamu terus terlukai.

Namanya juga luka, datengnya ya belakangan.

Belajar memaafkan, ketika kamu terluka.